PGMI UIN KHAS Jember Tinjau Ulang Kurikulum: Wujudkan Kearifan Lokal dan Kebutuhan Profil Lulusan
PGMI UIN KHAS Jember Tinjau Ulang Kurikulum: Wujudkan Kearifan Lokal dan Kebutuhan Profil Lulusan
Jember (29/10/2025) -PGMI- Jurusan Pendidikan islam dan Bahasa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui kegiatan Review Kurikulum Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 29 Oktober 2025 bertempat di ruang rapat Dekan FTIK lantai 6, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Proses review menjadi langkah strategis untuk memastikan kurikulum PGMI tetap relevan dengan kebutuhan zaman dan visi misi universitas. Acara ini dipimpin langsung oleh Dr. Nuruddin, M.Pd.I, selaku Ketua Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa. Suasana rapat berlangsung dinamis dan penuh diskusi konstruktif dari berbagai pihak yang hadir.
Dalam kegiatan tersebut, hadir dua pakar kurikulum sebagai narasumber dan reviewer utama, yaitu Dr. Bahris Salim, M.Ag., dan Dr. Zeiburhanus Saleh, M.Pd. Para reviewer memberikan arahan penting mengenai penyempurnaan dokumen kurikulum agar lebih terstruktur dan kontekstual. Tujuannya adalah agar setiap unsur dalam kurikulum mampu mencerminkan profil lulusan yang diharapkan oleh masyarakat dan dunia kerja. Pandangan para pakar ini diharapkan menjadi rujukan utama dalam proses pembaruan kurikulum PGMI.
Tim Prodi PGMI yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas Dr. Imron Fauzi, M.Pd.I selaku Koordinator Prodi, serta dua dosen PGMI, Muhammad Junaidi, M.Pd.I dan Muhammad Suwignyo Prayogo, M.Pd.I. Kehadiran tim ini menunjukkan keseriusan PGMI dalam menyusun kurikulum yang adaptif dan sesuai dengan arah kebijakan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Mereka secara aktif menanggapi berbagai catatan dari reviewer untuk memastikan setiap masukan dapat diterapkan secara realistis di lapangan. Kerjasama antardosen ini menjadi bukti sinergi akademik yang kuat di lingkungan Prodi PGMI.
Salah satu masukan penting dari Dr. Bahris Salim, M.Ag. adalah perlunya memperjelas muatan kearifan lokal dalam visi dan misi UIN KHAS Jember yang kemudian diturunkan ke kurikulum fakultas dan prodi. Menurut beliau, integrasi nilai-nilai lokal menjadi ciri khas UIN KHAS Jember yang membedakannya dari kampus lain. Oleh karena itu, unsur kultural dan sosial masyarakat Jember harus terwakili dalam struktur kurikulum PGMI. Hal ini diharapkan dapat mencetak guru madrasah yang memahami konteks sosial budaya lokal sekaligus memiliki wawasan global. Penegasan nilai-nilai kearifan lokal juga dianggap penting dalam menumbuhkan identitas akademik fakultas.
Selain itu, reviewer juga menyoroti perlunya keseragaman dalam format dokumen kurikulum antarprogram studi di lingkungan FTIK. Ditemukan adanya perbedaan dalam penyusunan format dan isi kurikulum PGMI yang perlu diseragamkan dengan standar universitas. Penulisan landasan yuridis pun disarankan agar disusun secara hierarkis dan sistematis sesuai ketentuan akademik. Struktur kurikulum harus mencerminkan kesinambungan antara dasar hukum, tujuan, dan capaian pembelajaran. Dengan demikian, kurikulum PGMI dapat dinilai lebih kuat secara akademik dan administratif.
Masukan lainnya terkait hasil evaluasi dan tracer study yang dinilai belum sepenuhnya menggambarkan empat kompetensi utama profil lulusan PGMI. Reviewer menekankan pentingnya data spesifik tentang persentase alumni yang bekerja sesuai bidang keahlian, sehingga kurikulum dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Selain itu, aspirasi stakeholder dan pengguna lulusan juga perlu diakomodasi dalam penentuan bahan kajian dan mata kuliah. Pendekatan berbasis kebutuhan (need-based curriculum) dianggap lebih efektif dalam mencetak lulusan yang kompeten dan relevan dengan dunia kerja. Evaluasi ini menjadi bahan refleksi penting bagi tim pengembang kurikulum PGMI.
Dalam peninjauan kompetensi lulusan, reviewer juga memberikan perhatian pada aspek kompetensi sosial dan personal yang dinilai terlalu dominan dibandingkan kompetensi pedagogik dalam silabus. Menurut Dr. Bahris Salim, keseimbangan antara ketiga aspek ini menjadi kunci penting bagi keberhasilan pendidikan calon guru madrasah. Kurikulum harus mampu menumbuhkan kemampuan mengajar yang profesional tanpa mengesampingkan nilai-nilai sosial dan kepribadian guru. Oleh sebab itu, revisi kurikulum diharapkan dapat menyeimbangkan porsi antara ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pandangan ini disambut positif oleh tim dosen PGMI yang siap menindaklanjuti rekomendasi tersebut.
Sementara itu, Dr. Imron Fauzi, M.Pd.I. selaku Koordinator Prodi PGMI menyampaikan bahwa proses review ini menjadi momentum penting bagi prodi untuk berbenah dan memperkuat arah pengembangan kurikulum. Ia menegaskan bahwa kurikulum PGMI harus mampu menyiapkan lulusan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga responsif terhadap dinamika masyarakat. Kurikulum baru diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan dasar Islam di era digital, tanpa kehilangan ruh keislaman dan nilai lokalitasnya. Ia juga mengapresiasi masukan para reviewer yang dinilai sangat konstruktif dan aplikatif. Harapannya, hasil review ini menjadi landasan kuat bagi pengembangan kurikulum berbasis riset dan kebutuhan sosial.
Di akhir kegiatan ini, Dr. Nuruddin, M.Pd.I selaku ketua Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa Fakultas Tarbiyah menyampaikan terima kasih kepada seluruh narasumber, reviewer, dan tim prodi PGMI yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan review bukan sekadar agenda formalitas, melainkan bagian penting dari siklus peningkatan mutu akademik di fakultas. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar dalam proses penyusunan kurikulum baru yang lebih responsif dan inovatif. Dengan kolaborasi yang baik antara dosen, reviewer, dan pemangku kepentingan, diharapkan PGMI mampu menjadi prodi unggulan yang berorientasi pada mutu dan relevansi. Fakultas juga berkomitmen mendukung tindak lanjut dari hasil review hingga implementasi kurikulum yang baru.
Editor: admin PGMI, M.S.Prayogo



