PGMI UIN KHAS Jember Gelar Kuliah Tamu: Membangun Kelas “Zero Judgement” dan Menumbuhkan Nilai Husnuzan dalam Interaksi Guru-Siswa
PGMI UIN KHAS Jember Gelar Kuliah Tamu: Membangun Kelas “Zero Judgement” dan Menumbuhkan Nilai Husnuzan dalam Interaksi Guru-Siswa
Jember (27/20/2025) - Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali menghadirkan kegiatan akademik inspiratif. Pada hari ini, Senin, 27 Oktober 2025, Prodi PGMI menyelenggarakan Kuliah Tamu bertema “Merancang Protokol Kelas Zero Judgement: Implementasi Nilai Husnuzan dalam Interaksi Guru–Siswa.” Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat FTIK lantai 2, mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Acara tersebut dihadiri oleh dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika PGMI yang antusias mendalami konsep pendidikan humanis berbasis nilai-nilai Islam. Suasana kegiatan berlangsung hangat, penuh dialog, dan reflektif terhadap praktik pembelajaran di kelas.
Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber utama Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si., Direktur Pascasarjana Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi. Dalam paparannya, beliau membahas pentingnya membangun kelas tanpa penghakiman atau zero judgement classroom sebagai wujud penerapan nilai husnuzan (berbaik sangka) dalam pendidikan. Menurutnya, guru perlu mengembangkan pola pikir positif dalam memahami perilaku siswa agar interaksi di kelas berlangsung empatik dan konstruktif. Ia juga menekankan bahwa nilai husnuzan tidak hanya menjadi ajaran moral, tetapi juga strategi pedagogis yang memperkuat hubungan emosional guru dan siswa. Pesan utama yang disampaikan adalah: guru yang berhusnuzan mampu menumbuhkan rasa aman, percaya diri, dan semangat belajar dalam diri peserta didik.
Dalam pemaparannya, Dr. Siti Aimah menguraikan langkah-langkah praktis merancang protokol kelas yang berorientasi pada prinsip “zero judgement.” Ia mencontohkan bagaimana guru dapat menata komunikasi yang inklusif, menanggapi kesalahan siswa dengan empati, serta menumbuhkan suasana belajar yang bebas dari stigma dan prasangka. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam praktik pembelajaran modern agar pendidikan tidak hanya mencerdaskan intelektual, tetapi juga membentuk karakter spiritual. Kuliah ini menjadi refleksi penting bagi mahasiswa calon guru agar memahami peran etika dan psikologi positif dalam dunia pendidikan. Melalui pemikiran ini, Dr. Siti mengajak peserta untuk menata ulang paradigma mengajar agar lebih manusiawi dan berorientasi pada kasih sayang.
Acara ini dibuka oleh Dr. Hartono, M.Pd., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Sains FTIK UIN KHAS Jember, yang memberikan sambutan penuh apresiasi terhadap inisiatif Prodi PGMI. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kuliah tamu seperti ini merupakan bagian dari komitmen fakultas untuk membangun atmosfer akademik yang dinamis dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. Ia menekankan bahwa guru masa depan tidak hanya dituntut cakap mengajar, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan spiritual dalam berinteraksi dengan siswa. Menurutnya, penerapan nilai husnuzan merupakan langkah penting untuk membangun lingkungan belajar yang inklusif dan harmonis. Beliau berharap mahasiswa PGMI mampu menerapkan nilai ini dalam praktik mengajar di masa depan.
Sementara itu, Dr. Imron Fauzi, M.Pd.I., selaku Koordinator Program Studi PGMI, mengajak seluruh mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan kuliah tamu tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai momen penting dalam memperkaya wawasan mahasiswa tentang pendekatan pendidikan yang berlandaskan nilai Islam. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membekali calon guru agar mampu membangun kelas yang humanis, positif, dan penuh kasih,” ujarnya. Dr. Imron menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus digelar secara rutin sebagai upaya memperkuat karakter dan profesionalisme mahasiswa PGMI. Menurutnya, pendidikan bukan hanya proses transfer ilmu, tetapi juga pembentukan adab dan empati sebagai landasan utama pengajaran.
Kuliah tamu ini berlangsung interaktif, di mana mahasiswa diberi kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai berbagai permasalahan psikologis dan sosial di kelas. Beberapa mahasiswa mengajukan pertanyaan seputar cara menghadapi siswa dengan latar belakang dan karakter berbeda. Narasumber menjawab dengan pendekatan reflektif, mengaitkan teori pendidikan modern dengan prinsip husnuzan dalam Islam. Suasana diskusi yang terbuka dan penuh kehangatan menjadikan kegiatan ini bukan sekadar forum akademik, tetapi juga ruang pembelajaran nilai-nilai kehidupan. Banyak peserta merasa terinspirasi untuk menjadi guru yang lebih sabar, empatik, dan terbuka dalam memahami peserta didik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PGMI memperoleh wawasan baru tentang pentingnya pendidikan berperspektif empati dan berlandaskan nilai-nilai spiritual. Penerapan zero judgement classroom menjadi salah satu upaya konkret dalam membangun budaya belajar yang bebas dari diskriminasi, ejekan, atau penghakiman. Nilai husnuzan yang ditanamkan dalam interaksi guru dan siswa juga berperan penting dalam menumbuhkan karakter positif di lingkungan sekolah. Dengan demikian, guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga teladan moral bagi siswa dalam menanamkan nilai kasih sayang dan saling menghargai. Kegiatan ini sekaligus mempertegas posisi Prodi PGMI sebagai pelopor pendidikan berbasis nilai keislaman dan kemanusiaan.
Kegiatan kuliah tamu ini ditutup dengan pesan moral dari narasumber agar mahasiswa terus belajar memahami siswa dengan hati dan empati. Beliau menekankan bahwa pendidikan yang baik tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga mengasah kepekaan nurani. Setiap guru, katanya, harus mampu menjadi sumber keteladanan yang menenangkan, bukan sosok yang menakutkan bagi peserta didik. Oleh karena itu, calon guru perlu menyiapkan diri tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara moral dan spiritual. Pesan ini menjadi refleksi mendalam bagi mahasiswa untuk terus berbenah dan menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap proses belajar mengajar.
Sebagai penutup, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Prodi PGMI dalam memperkuat komitmen akademik dan spiritual mahasiswa calon guru madrasah. Nilai zero judgement dan husnuzan yang digaungkan melalui kuliah tamu ini diharapkan mampu menjadi budaya dalam setiap proses pembelajaran di madrasah maupun sekolah dasar Islam. Prodi PGMI berkomitmen untuk terus menumbuhkan generasi pendidik yang berakhlak, berilmu, dan berempati. Mari kita bersama-sama menghadiri dan menyukseskan setiap kegiatan akademik yang membawa manfaat besar bagi pengembangan diri dan prodi. Semoga Prodi PGMI semakin maju, unggul, dan menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia.
Editor: Admin PGMI, M.S.Prayogo



