PGMI FTIK UIN KHAS Jember Mantapkan Penyusunan Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal di Kota Batu
Kolaborasi dan Inovasi: PGMI UIN KHAS Jember Rumuskan Kurikulum Unggul untuk Guru Madrasah Ibtidaiyah Yang Profesional dalam bidang Pengembangan media dan perangkat pembelajaran
Batu (13/11/2025) -PGMI- Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan mutu akademik melalui kegiatan Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum Program Studi FTIK. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Ciptaning Ati, Kota Batu, selama tiga hari, mulai 13–15 November 2025. Acara diikuti oleh seluruh Pimpinan Fakultas, para koordinator program studi, tim Gugus Mutu Fakultas, dan Unit Kendali Mutu Prodi yang tergabung dalam FTIK. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat keselarasan antara kurikulum dan kebutuhan dunia pendidikan Islam di era modern. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi bagi setiap program studi untuk memastikan arah akademik sesuai dengan visi universitas.
Kegiatan dibuka langsung oleh Prof. Dr. H. Hefni, S.Ag., MM selaku Rektor UIN KHAS Jember, dan dilanjutkan dalam sesi 1 pada malam harinya yaitu dalam sesi pembahasan strategis terkait tata Kelola keuangan Kampus yang menghadirkan Wakil Rektor II UIN KHAS Jember, Dr. H. Ainur Rafik, M.Ag., sebagai narasumber utama. Beliau memaparkan tentang pentingnya tata kelola keuangan yang akuntabel dalam pengembangan akademik, termasuk dalam penyusunan kurikulum berbasis mutu. Dalam sesi ini, ia didampingi oleh Wakil Dekan FTIK, Dr. H. Khotibul Umam, M.Ag., selaku penanggung jawab kegiatan. Keduanya menekankan bahwa keberhasilan pengembangan kurikulum tidak terlepas dari manajemen kelembagaan yang efisien dan transparan. Kurikulum yang baik harus didukung oleh tata kelola akademik dan administratif yang terintegrasi.
Dalam penjelasannya, Dr. H. Khotibul Umam, M.Ag. menegaskan bahwa pengembangan kurikulum merupakan bagian dari tanggung jawab kolektif seluruh sivitas akademika FTIK. Ia menyampaikan bahwa perubahan kebijakan dari Kementerian Agama menuntut setiap perguruan tinggi untuk menyesuaikan diri dengan konsep kurikulum cinta dan berbasis ekoteologi. Artinya, kurikulum tidak hanya fokus pada pengetahuan kognitif, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai spiritual, sosial, dan ekologis. Menurutnya, kegiatan review ini menjadi momentum penting dalam memperbaiki sistem pembelajaran agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman. “Kurikulum yang hidup adalah kurikulum yang terus diperbaiki,” ujarnya dengan tegas.
Perlu diketahui Bersama, bahwa pada kegiatan review kurikulum pada 3 Minggu sebelumnya, bersama para pakar kurikulum, yaitu Dr. Bahris Salim, M.Ag., dan Dr. Zeiburhanus Saleh, M.Pd. Dalam hasil kajian dan evaluasi kurikulum PGMI, Dr. Bahris Salim memberikan arahan dan evaluasi mendalam terhadap kurikulum yang telah diterapkan di Program Studi PGMI. Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya menyempurnakan dokumen kurikulum agar lebih terstruktur, kontekstual, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Tujuan utama review ini adalah memastikan bahwa profil lulusan PGMI mencerminkan kompetensi profesional guru madrasah di era digital. Arahan tersebut menjadi dasar penguatan visi akademik dan spiritual PGMI ke depan.
Dalam sesi diskusi lanjutan sebelumnya, para reviewer memberikan sejumlah catatan strategis untuk perbaikan kurikulum Prodi PGMI. Dr. Bahris Salim, M.Ag. menyoroti pentingnya memperjelas nilai kearifan lokal dalam visi-misi UIN KHAS Jember agar dapat diimplementasikan ke dalam struktur kurikulum fakultas dan prodi. Selain itu, ia menekankan perlunya keseragaman format dokumen kurikulum, penulisan landasan yuridis yang hierarkis, serta evaluasi tracer study yang relevan dengan profil lulusan. Reviewer juga menyoroti ketidakseimbangan antara kompetensi sosial dan pedagogik dalam silabus yang perlu segera diperbaiki. Usulan lain yang penting adalah memastikan kebutuhan stakeholder dan pengguna lulusan benar-benar terakomodasi dalam penyusunan mata kuliah.
Tim Prodi PGMI yang hadir dalam kegiatan Penyusunan Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal di Kota Batu ini terdiri atas Dr. Imron Fauzi, M.Pd.I. selaku koordinator Prodi PGMI, serta Muhammad Suwignyo Prayogo, M.Pd.I. Dr. Imron Fauzi selaku Korprodi PGMI, berharap melalui kegiatan ini, para narasumber dan strategis dapat memberikan masukan terkait strategi penerapan kurikulum baru berbasis praktik lapangan. Kolaborasi antara dosen, tim mutu, dan pakar kurikulum ini menunjukkan komitmen kuat PGMI dalam menciptakan kurikulum yang relevan dan berorientasi pada kompetensi profesional guru madrasah. Kehadiran mereka juga menjadi simbol keseriusan prodi dalam mendukung program transformasi akademik di lingkungan FTIK. Kegiatan ini pun memperkuat sinergi antarprodi dalam mengimplementasikan standar mutu akademik yang sama.
Dalam penyampaian refleksinya, Dr. Imron Fauzi, M.Pd.I. menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan kurikulum yang benar-benar mendukung lahirnya lulusan unggul sesuai visi PGMI tahun 2045. Ia menegaskan, prodi PGMI berkomitmen mencetak guru kelas madrasah yang unggul dalam pengembangan media dan perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal. Selain itu, lulusan diharapkan mampu melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada kemanusiaan dan peradaban. Kurikulum baru nantinya juga akan menekankan kemampuan kolaboratif antarpendidik dan lembaga untuk mewujudkan pembelajaran inovatif. “Guru profesional tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi agen perubahan,” ujar Dr. Imron dengan optimis.
Secara keseluruhan, kegiatan penyusunan dan pengembangan kurikulum FTIK UIN KHAS Jember di Kota Batu berjalan dengan baik dan produktif. Proses review yang dilakukan tidak hanya menghasilkan evaluasi akademik, tetapi juga gagasan strategis untuk menghadirkan kurikulum yang lebih manusiawi dan kontekstual. Hasil diskusi para pakar dan tim mutu akan dirumuskan menjadi dokumen resmi kurikulum baru yang siap diimplementasikan pada tahun akademik mendatang. Melalui kegiatan ini, FTIK UIN KHAS Jember menegaskan komitmennya dalam mencetak pendidik berintegritas, berwawasan lokal, dan berdaya saing global. Semangat sinergi, kolaborasi, dan inovasi yang lahir dari kegiatan ini menjadi bukti nyata dedikasi UIN KHAS Jember terhadap kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.
Editor: admin, M.S.Prayogo



