Peran Strategis PGMI Menguat dalam RAKERPIM 2026 FTIK UIN KHAS Jember
Akreditasi LAMDIK V3 di Depan Mata, PGMI UIN KHAS Jember Perkuat Mutu dan Budaya Akademik
Rangkaian kegiatan Rapat Kerja Pimpinan (RAKERPIM) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember tahun 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama tiga hari, yakni 28 hingga 30 April 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Kalibaru Cottage Banyuwangi ini dihadiri oleh unsur pimpinan universitas, fakultas, serta seluruh program studi. Pelaksanaan agenda ini merujuk pada undangan resmi yang telah diedarkan sebelumnya kepada para peserta. Sejak awal kegiatan, suasana forum berlangsung serius namun tetap konstruktif. Para pimpinan membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan kelembagaan. Fokus utama diarahkan pada penguatan tata kelola yang transparan dan berbasis data. Forum ini menjadi ruang penting dalam menyatukan arah kebijakan fakultas ke depan.
Dalam kegiatan tersebut, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) tampil sebagai salah satu prodi yang menunjukkan kontribusi aktif. Di bawah kepemimpinan Dr. Imron Fauzi, M.Pd.I., PGMI terlibat secara intens dalam berbagai pembahasan penting. Kehadiran PGMI tidak hanya sekadar memenuhi undangan, tetapi juga membawa gagasan yang solutif. Diskusi yang diikuti menyoroti pentingnya inovasi kurikulum yang adaptif. Selain itu, relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja menjadi perhatian utama. Seluruh tim PGMI juga turut mendukung jalannya kegiatan dengan penuh sinergi. Hal ini memperlihatkan keseriusan PGMI dalam mendukung kemajuan fakultas.
Hari kedua kegiatan diisi dengan evaluasi kinerja tahun sebelumnya serta perencanaan program kerja tahun 2026. Dalam sesi ini, seluruh koordinator program studi aktif menyampaikan capaian dan tantangan masing-masing. Dr. Imron Fauzi turut berkontribusi dalam diskusi yang berlangsung mendalam. Berbagai aspek dibahas, mulai dari akademik hingga pengembangan kerja sama. PGMI secara konsisten mendorong implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Selain itu, perhatian terhadap penguatan jejaring internasional juga menjadi bagian penting. Hasil diskusi kemudian dirumuskan dalam rapat komisi sebelum difinalisasi dalam sidang pleno.
Pada hari terakhir, agenda difokuskan pada penetapan kebijakan strategis fakultas serta penandatanganan dokumen resmi. Salah satu momen penting adalah penandatanganan Perjanjian Kinerja antara Dekan FTIK dan para koordinator program studi. Dr. Imron Fauzi sebagai Koordinator Prodi PGMI turut menandatangani dokumen tersebut. Perjanjian ini berisi target-target kinerja yang harus dicapai sepanjang tahun 2026. Indikator yang ditetapkan mencakup peningkatan jumlah mahasiswa, kualitas akreditasi, dan daya serap lulusan. Selain itu, peningkatan kompetensi dosen juga menjadi prioritas utama. Penandatanganan ini menegaskan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, PGMI menunjukkan kesiapan untuk mewujudkan berbagai target tersebut. Prodi ini berupaya meningkatkan minat calon mahasiswa melalui strategi yang lebih inovatif. Lulusan juga diarahkan agar mampu bersaing di dunia kerja secara profesional. Upaya peningkatan kualitas dosen dilakukan melalui pelatihan dan pengembangan berkelanjutan. Kegiatan akademik bertaraf internasional juga mulai diperkuat. Kurikulum berbasis Outcome-Based Education menjadi landasan utama dalam pembelajaran. Selain itu, perlindungan terhadap mahasiswa tetap menjadi perhatian serius.
Dekan FTIK, Dr. H. Abdul Mu’is, dalam arahannya menekankan pentingnya kerja sama seluruh elemen fakultas. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program tidak dapat dicapai tanpa sinergi yang kuat. Perjanjian Kinerja harus dijadikan pedoman nyata dalam pelaksanaan tugas. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan capaian berjalan sesuai target. Sistem penghargaan dan sanksi juga akan diterapkan secara objektif. Seluruh peserta diminta segera menindaklanjuti hasil RAKERPIM. Semangat kolaboratif diharapkan menjadi fondasi kemajuan FTIK ke depan.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Prodi PGMI menyampaikan berbagai langkah strategis yang tengah dijalankan. Salah satu fokus utama adalah persiapan menghadapi akreditasi LAMDIK versi terbaru. Prodi melakukan pemantauan intensif terhadap mahasiswa semester akhir. Pembentukan komunitas mahasiswa menjadi salah satu strategi percepatan penyelesaian studi. Selain itu, publikasi ilmiah mahasiswa terus didorong secara maksimal. Dalam dua tahun terakhir, puluhan karya mahasiswa berhasil terbit di jurnal terindeks SINTA. Hal ini menjadi indikator meningkatnya budaya akademik di lingkungan PGMI.
PGMI juga mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah lulusan. Pada tahun 2025, lebih dari 160 mahasiswa telah menyelesaikan ujian skripsi. Tren positif ini diproyeksikan terus meningkat pada tahun berikutnya. Untuk mendukung capaian tersebut, prodi merancang berbagai program akademik unggulan. Salah satunya adalah kuliah tamu yang berfokus pada publikasi ilmiah mahasiswa. Selain itu, akan diselenggarakan seminar nasional terkait penguatan karakter mahasiswa. Program ini bertujuan membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas. Seluruh upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan.
Ke depan, PGMI menargetkan dampak yang lebih luas dari berbagai program yang telah dirancang. Tidak hanya untuk meningkatkan nilai akreditasi, tetapi juga memperkuat budaya akademik. Prodi berkomitmen mencetak lulusan yang unggul dan produktif. Daya saing mahasiswa diarahkan hingga tingkat nasional dan internasional. Dukungan dari seluruh civitas akademika menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan tersebut. Sinergi yang telah terbangun diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan. Dengan langkah strategis ini, PGMI optimis mampu menjadi prodi yang semakin maju dan kompetitif.
Editor: M.S Prayogo & Tim Admin PGMI



