LDKM 2025 Prodi PGMI UIN KHAS: INSPIRA: Inspiratif, Progresive, Active Teacher)
Jember, Sabtu (13/09/2025) – Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) 2025 Program Studi PGMI FTIK UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember resmi memasuki hari pertama dengan suasana penuh semangat. LDKM ini dilaksanakan pada hari Sabtu sampai hari Minggu, pada tanggal 13-14 September 2025. Acara ini dimulai pada pukul 08.00 WIB dan bertempat di Gedung Serbaguna Perkebunan Kedaton Jember, sebuah lokasi dengan nuansa alam yang sejuk, asri, dan menyegarkan, sehingga menambah energi positif bagi para peserta.
Dua Narasumber Inspiratif
Hari pertama LDKM menghadirkan dua narasumber yang inspiratif. Pertama, Dr. Imron Fauzi, M.Pd.I, selaku Koordinator Prodi PGMI. Kedua, Firman Aulia Ramadhan, S.Pd., M.Pd., yang merupakan salah satu alumni terbaik S1 dan S2 prodi PGMI yang kini menjabat sebagai dosen sekaligus Sekretaris Prodi S2 Administrasi Pendidikan FKIP Universitas Bakti Indonesia (UBI) Banyuwangi. Kehadiran keduanya memberikan warna tersendiri bagi kegiatan yang telah disusun panitia dengan agenda padat selama dua hari.
Pesan Mendalam tentang Kepemimpinan
Dalam sesi materi pertama, Imron Fauzi menyampaikan pesan yang menggugah: “Butuh puluhan tahun untuk mencapai kesuksesan, tetapi hanya butuh semenit saja untuk menggagalkannya.” Ucapan ini menjadi renungan penting bagi peserta, mengingat fenomena di era digital saat ini, di mana seseorang bisa meraih popularitas dengan cepat namun juga dapat terjatuh hanya karena kesalahan kecil yang viral di media sosial.
Lebih jauh, Imron Fauzi menjelaskan makna sejati seorang pemimpin. Ia mengibaratkan pemimpin sebagai nahkoda kapal yang menuntun arah, matahari yang memberi energi, akar pohon yang menopang kekuatan meski tak terlihat, serta wedang kopi yang memberi kehangatan. Penjelasan ini sejalan dengan falsafah Ki Hajar Dewantara: Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani.
“Melalui LDKM ini, mahasiswa PGMI diharapkan tidak hanya menjadi calon guru, tetapi juga pemimpin sejati yang mampu memberi teladan, membangun semangat, dan mengayomi,” ungkapnya.
Kejujuran sebagai Pondasi Kepemimpinan
Menutup materi, Imron Fauzi kembali menekankan pentingnya kejujuran. Menurutnya, “Kejujuran adalah pondasi segala sesuatu. Orang pintar yang tidak jujur sejatinya adalah orang bodoh. Orang kaya yang tidak jujur hakikatnya miskin. Dan orang yang mencintai tetapi tidak jujur, sejatinya sedang membenci.” Pesan ini menjadi muhasabah bersama bagi seluruh peserta, mengingatkan bahwa kecerdasan dan kesuksesan tidak ada artinya tanpa kejujuran.
Semangat Mewujudkan Visi Prodi PGMI
Melalui LDKM 2025, Prodi PGMI FTIK UIN KHAS Jember meneguhkan komitmennya untuk melahirkan guru-guru unggul yang kreatif, berkarakter, dan berlandaskan kearifan lokal. Hal ini sejalan dengan visi besar Prodi PGMI untuk menjadi program studi penghasil guru kelas unggul dalam pengembangan media dan perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal, demi kemanusiaan dan peradaban di tingkat Asia Tenggara pada tahun 2025. (admin PGMI, YG, IF)
Jayalah terus PGMI, teruslah menginspirasi!



