FTIK UIN KHAS Jember Gelar Pelatihan OBE: Penguatan Instrumen Penilaian CPL Jadi Fokus Utama
Penguatan Kurikulum 2024: Dosen FTIK Perdalam Desain Instrumen Penilaian Berbasis CPL
Jember (26/11/2025) - Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN KHAS Jember menyelenggarakan kegiatan Orientasi Peningkatan Mutu Dosen pada hari ini (Rabu, 26 November 2025) di Royal Hotel Jember. Acara ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, ketua jurusan, koordinator program studi, tim GMF FTIK, seluruh UKM Prodi, dan seluruh dosen pengampu mata kuliah. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB sesuai jadwal dalam undangan resmi. Suasana kegiatan tampak serius namun tetap interaktif sejak sesi pembukaan dimulai. Fokus utama kegiatan adalah penguatan pemahaman dosen terkait desain instrumen penilaian CPL berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Dr. Dian Kurniati, S.Pd., M.Pd., Koordinator Pusat Pengembangan dan Inovasi Pembelajaran Universitas Jember, hadir sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa pendekatan OBE kini telah menjadi kebutuhan esensial dalam pendidikan tinggi. OBE, menurutnya, menjadi dasar penting untuk memastikan kesesuaian antara capaian pembelajaran lulusan dan tuntutan dunia kerja. Ia menyebut bahwa instrumen penilaian CPL harus disusun secara valid, terukur, dan selaras dengan tuntutan Kurikulum 2024. Materi ini membuka wawasan baru bagi dosen FTIK mengenai urgensi transformasi evaluasi pembelajaran.
Lebih jauh, Dr. Dian Kurniati, M.Pd. menjelaskan dasar hukum penyusunan CPL yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Permendikbud Ristek No. 53 Tahun 2023. Beliau menerangkan bahwa CPL merupakan rumusan kualitas lulusan yang harus mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penyusunan CPL tidak boleh dilakukan secara sembarangan, tetapi harus mengikuti prinsip S.M.A.R.T yang memastikan keterukuran. Dengan memahami struktur CPL, dosen dapat merancang indikator dan instrumen penilaian yang lebih tepat sasaran. Penjelasan ini memberi kerangka berpikir baru bagi peserta dalam menyusun evaluasi pembelajaran.
Materi dilanjutkan dengan pemaparan tentang keselarasan antara CPL, indikator kinerja, CPMK, dan Sub-CPMK. Dr. Dian Kurniati menunjukkan contoh bagaimana penilaian CPL harus diturunkan hingga level mata kuliah. Beliau menguraikan bahwa instrumen penilaian harus mencerminkan capaian pembelajaran yang benar-benar ingin diwujudkan. Pendekatan ini membantu dosen merancang rubrik yang tidak hanya mengukur hasil, tetapi juga proses pembelajaran. Peserta sangat antusias ketika mengikuti bagian materi yang membahas contoh praktis desain instrumen.
Selain teori, narasumber juga membahas taksonomi Bloom pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sebagai dasar pemilihan jenis penilaian. Ia menekankan pentingnya dosen memahami level kemampuan mahasiswa sebelum menyusun indikator. Dengan memahami level ini, penilaian menjadi lebih proporsional dan relevan dengan capaian pembelajaran yang ditargetkan. Dr. Dian juga menegaskan bahwa rubrik penilaian harus digunakan secara konsisten agar hasil evaluasi menjadi objektif. Pemaparan ini membantu memperjelas peran rubrik dalam memetakan capaian belajar mahasiswa.
Sesi dilanjutkan dengan praktik penyusunan instrumen penilaian yang melibatkan seluruh dosen FTIK, termasuk dari Prodi PGMI, PAI, PIAUD, Tadris IPS, Tadris IPA, Tadris Biologi, Tadris Bahasa Inggris dan Tadris Matematika. Peserta bekerja dalam kelompok Mata Kuliah Fakultas yaitu mulai dari Mata Kuliah filsafat, Mata Kuliah Studi Al-Qur’an dan Tafsir tarbawi, Fiqih Praktik Ibadah untuk menyusun indikator kinerja, CPMK, dan instrumen penilaian berdasarkan RPS Kurikulum 2024 yang diajarkan. Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan arahan dan pendampingan untuk memastikan instrumen yang disusun selaras dengan pendekatan OBE. Kegiatan praktik ini menjadi ruang refleksi bagi peserta untuk memperbaiki instrumen yang selama ini digunakan. Diskusi aktif antar-dosen memperkaya pemahaman mereka terhadap desain evaluasi.
Kegiatan peningkatan mutu ini ditutup dengan semangat kolaboratif yang kuat dari seluruh peserta. Para dosen menyatakan bahwa materi dan praktik yang diberikan sangat membantu dalam memahami OBE secara mendalam. Pimpinan FTIK berharap hasil kegiatan ini dapat segera diterapkan dalam proses pembelajaran di setiap prodi. Kegiatan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas evaluasi dan memastikan keselarasan capaian pembelajaran lulusan. Dengan demikian, FTIK UIN KHAS Jember semakin siap menghadapi tuntutan kurikulum dan standar mutu pendidikan tinggi.
Editor : Admin, M.S.Prayogo



