Dari RAKERPIM 2026 ke LAMDIK V3: PGMI UIN KHAS Jember Tancap Gas, Koorprodi PGMI siapkan Strategi Besar Akreditasi dan Publikasi Ilmiah
Peran Strategis PGMI Menguat dalam RAKERPIM 2026 FTIK UIN KHAS Jember, Koorprodi PGMI Tegaskan Komitmen Kinerja Prodi
Rapat Kerja Pimpinan (RAKERPIM) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026, resmi ditutup di Hotel Kalibaru Cottage Banyuwangi. Kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan undangan resmi bernomor 198/Un.22/3/PP.00.9/04/2026 tertanggal 15 April 2026. Seluruh jajaran pimpinan universitas, fakultas, hingga program studi hadir mengikuti agenda strategis tersebut. Acara dibuka pada hari pertama dengan sambutan Dekan FTIK dan arahan kebijakan strategis dari Rektor. Berbagai sesi penting kemudian digelar untuk membahas arah pengembangan kelembagaan yang berbasis data dan akuntabilitas. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan visi, misi, serta rencana strategis fakultas ke depan. Keterlibatan aktif seluruh peserta menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
Salah satu program studi yang berperan aktif dalam kegiatan ini adalah Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Di bawah koordinasi Dr. Imron Fauzi, M.Pd.I., PGMI turut ambil bagian dalam berbagai sesi strategis, khususnya dalam penyusunan program kerja dan evaluasi kinerja berbasis Indikator Kinerja Utama (IKU). Kehadiran PGMI tidak hanya bersifat partisipatif, tetapi juga konstruktif dalam memberikan kontribusi ide dan gagasan. Dalam forum diskusi, PGMI menekankan pentingnya penguatan kurikulum adaptif dan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Selain itu, keterlibatan staf prodi juga memperkuat sinergi internal dalam menyukseskan agenda RAKERPIM. Peran aktif ini menunjukkan keseriusan PGMI dalam mendukung arah kebijakan fakultas. Dengan demikian, PGMI menjadi bagian penting dalam proses perencanaan strategis FTIK.
Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada evaluasi kinerja tahun 2025 serta penyusunan program kerja tahun 2026. Dalam sesi ini, Dr. Imron Fauzi, M.Pd.I., bersama para koordinator program studi lainnya terlibat dalam pembahasan mendalam terkait capaian, kendala, dan rekomendasi strategis. Diskusi berlangsung secara komprehensif mencakup aspek akademik, kelembagaan, sarana prasarana, hingga kerja sama. PGMI secara khusus mendorong penguatan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui kolaborasi nyata. Selain itu, isu internasionalisasi akademik juga menjadi perhatian penting dalam pembahasan tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan rapat komisi yang membahas program kerja terintegrasi lintas bidang. Hasil dari diskusi ini kemudian disinkronkan dalam sidang pleno untuk finalisasi program kerja.
Memasuki hari terakhir, agenda utama adalah penetapan kebijakan strategis fakultas serta penandatanganan berita acara RAKERPIM. Momen penting lainnya adalah penandatanganan Perjanjian Kinerja (Perkin) antara Dekan FTIK dan para koordinator program studi. Dr. Imron Fauzi, M.Pd.I., sebagai Koordinator Prodi PGMI turut menandatangani dokumen tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap pencapaian target kinerja. Perjanjian ini memuat berbagai indikator strategis yang harus dicapai selama tahun 2026. Di antaranya meliputi peningkatan jumlah mahasiswa, kualitas akreditasi, serta daya serap lulusan. Selain itu, penguatan kompetensi dosen dan publikasi ilmiah juga menjadi fokus utama. Penandatanganan ini menjadi simbol tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Dalam konteks implementasi Perkin, PGMI menunjukkan kesiapan untuk mencapai target-target yang telah disepakati. Prodi ini berkomitmen meningkatkan animo mahasiswa baru serta memastikan lulusan memiliki daya saing tinggi di dunia kerja. Selain itu, PGMI juga mendorong peningkatan kualitas dosen melalui pelatihan dan sertifikasi profesional. Upaya internasionalisasi dilakukan melalui kegiatan akademik global seperti guest lecture dan publikasi jurnal bereputasi. Tidak kalah penting, PGMI juga berfokus pada penguatan karakter mahasiswa melalui kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Perlindungan terhadap mahasiswa dari berbagai bentuk kekerasan juga menjadi perhatian serius. Semua langkah ini mencerminkan kesiapan PGMI dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan.
Dekan FTIK, Dr. H. Abdul Mu’is, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan program kerja sangat bergantung pada sinergi seluruh elemen fakultas. Ia menekankan bahwa Perjanjian Kinerja bukan sekadar dokumen administratif, melainkan panduan nyata dalam bekerja. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan setiap target dapat tercapai secara optimal. Sistem reward dan punishment juga akan diterapkan sebagai bentuk penguatan tata kelola. Dengan berakhirnya RAKERPIM 2026, seluruh peserta, termasuk PGMI, diharapkan segera mengimplementasikan program yang telah disusun. Semangat kolaborasi dan komitmen yang terbangun selama kegiatan menjadi modal penting untuk kemajuan FTIK. Ke depan, PGMI di bawah kepemimpinan Dr. Imron Fauzi diharapkan terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Koorprodi PGMI menyampaikan bahwa saat ini prodi tengah melakukan berbagai persiapan strategis dalam menghadapi akreditasi LAMDIK versi 3. Upaya tersebut diwujudkan melalui beberapa langkah konkret, di antaranya: memantau secara intensif progres studi dan penyelesaian tugas akhir mahasiswa melalui pembentukan komunitas mahasiswa semester akhir serta pendataan berkala terhadap perkembangan skripsi; memaksimalkan publikasi ilmiah baik dari tugas perkuliahan maupun hasil skripsi, yang dalam dua tahun terakhir telah menghasilkan lebih dari 80 karya mahasiswa yang terbit pada jurnal terindeks SINTA 1 hingga SINTA 6; serta peningkatan kuantitas lulusan, di mana pada tahun 2025 tercatat lebih dari 160 mahasiswa telah menyelesaikan ujian skripsi, dan pada tahun 2026 diharapkan jumlah tersebut akan terus meningkat. Selain itu, pada tahun 2026 PGMI juga akan menyelenggarakan dua agenda akademik besar, yaitu kuliah tamu bertema publikasi ilmiah bagi mahasiswa dan seminar nasional mengenai pencegahan pergaulan bebas sebagai bagian dari penguatan karakter dan wawasan keilmuan mahasiswa.
Imron Fauzi juga menambahkan bahwa Ke depan, kami berharap seluruh upaya ini tidak hanya berdampak pada peningkatan capaian akreditasi, tetapi juga mampu memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas lulusan, serta mendorong mahasiswa PGMI menjadi insan yang unggul, produktif, dan berdaya saing tinggi baik di tingkat nasional maupun internasional. Kami juga mengharapkan dukungan dari seluruh civitas akademika dan stakeholder agar sinergi yang telah dibangun dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Editor: M.S Prayogo & Tim Admin PGMI



