Dari Microteaching Menuju Profesionalisme: PGMI UIN KHAS Jember Cetak Guru Cerdas, Islami, dan Menginspirasi
Microteaching Bukan Sekadar Latihan: HMPS PGMI UIN KHAS Jember Bangun Spirit Profesionalisme Guru Islami”
Jember (27/10/2028) -PGMI- Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMPS) PGMI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan calon guru madrasah yang profesional dan unggul. Melalui kegiatan bertajuk “Kajian Keilmuan Microteaching: Strategi Menjadi Calon Guru Profesional di Era Digital”, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PGMI menyelenggarakan forum ilmiah yang inspiratif pada Senin, 27 Oktober 2025, di Aula Lama UIN KHAS Jember. Acara dimulai pukul 19.00 hingga 21.20 WIB dan dihadiri oleh mahasiswa PGMI dari berbagai angkatan. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Muhammad Junaidi, S.Pd.I., M.Pd.I, dosen sekaligus praktisi pendidikan Islam, dengan moderator Elok Dawiyatul Fathonah, mahasiswa aktif PGMI yang juga anggota HMPS. Suasana kajian berlangsung dinamis dan penuh semangat akademik, mencerminkan antusiasme mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi mengajar.
Dalam penyampaiannya, Muhammad Junaidi menegaskan bahwa kegiatan microteaching memiliki peran fundamental dalam membentuk profesionalisme calon guru. Menurutnya, microteaching bukan sekadar latihan mengajar, melainkan laboratorium praktik pedagogik tempat mahasiswa dapat bereksperimen dengan metode, strategi, dan media pembelajaran yang inovatif. Di dalamnya, calon guru belajar untuk berani mencoba, merefleksikan diri, dan memperbaiki kelemahan. Melalui proses ini, mahasiswa PGMI tidak hanya diasah dari sisi teknis mengajar, tetapi juga dari segi moral dan spiritualitas sebagai calon pendidik Islam. Pendekatan ini menegaskan pentingnya memadukan antara adab al-mu’allim dan profesionalisme modern dalam diri seorang guru.
Lebih lanjut, narasumber menjelaskan pentingnya kemampuan merancang Perencanaan Pembelajaran atau Modul Ajar (MA) berbasis Kurikulum Merdeka dan nilai-nilai keislaman. RPP yang baik, menurutnya, harus berorientasi pada pembentukan Profil Pelajar Pancasila dan disertai dengan internalisasi nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta semangat religius. Dalam kegiatan microteaching, mahasiswa perlu berlatih menyusun tujuan pembelajaran yang SMART — Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound. RPP yang kontekstual dan bernilai Islami akan membantu calon guru menanamkan karakter serta spiritualitas dalam proses pembelajaran di kelas. Dengan demikian, guru PGMI diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.
Muhammad Junaidi juga menekankan pentingnya penguasaan strategi dan metode pembelajaran yang inovatif, terutama di era digital saat ini. Seorang guru profesional harus mampu menerapkan pendekatan inquiry-based learning, problem-based learning (PBL), project-based learning (PjBL), hingga blended learning dengan bantuan teknologi. Dalam praktik microteaching, mahasiswa dapat mengasah kemampuan menggunakan media digital seperti video pembelajaran Islami, PowerPoint interaktif, hingga media berbasis Augmented Reality (AR). Menurutnya, pembelajaran aktif dan kontekstual akan membuat siswa lebih terlibat dan memahami nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata. “Guru yang kreatif adalah guru yang mampu membuat kelas hidup dan bermakna,” ujar Junaidi.
Dalam bagian berikutnya, Junaidi menyoroti pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam setiap proses pembelajaran. Ia mencontohkan bagaimana guru bisa mengaitkan pelajaran sains dengan ayat-ayat Al-Qur’an, misalnya tentang air dalam QS. Al-Furqan ayat 48. Integrasi ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan tidak berdiri sendiri, tetapi berakar dari nilai-nilai keislaman. Dengan cara ini, peserta didik tidak hanya menjadi pintar, tetapi juga berakhlak mulia. Ia menegaskan bahwa guru madrasah memiliki tanggung jawab ganda: mencerdaskan otak sekaligus menuntun hati anak-anak bangsa agar dekat kepada Allah SWT.
Selain itu, narasumber menegaskan pentingnya komunikasi edukatif dan kepribadian inspiratif bagi seorang calon guru. Dalam microteaching, mahasiswa harus melatih kemampuan berbicara dengan empatik, ekspresif, dan meyakinkan di depan kelas. Guru yang baik bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai dan memberikan teladan nyata kepada peserta didik. Karakter sabar, rendah hati, dan penuh kasih sayang menjadi modal utama guru kelas di sekolah dasar Islam. “Anak-anak tidak hanya belajar dari kata-kata kita, tetapi dari sikap dan ketulusan hati kita,” ungkapnya dengan penuh makna.
Sebagai penutup, Muhammad Junaidi mengajak seluruh mahasiswa PGMI untuk menanamkan semangat reflektif dan profesionalisme dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Ia menegaskan bahwa guru yang hebat tidak pernah berhenti belajar, karena setiap pengalaman mengajar adalah ruang evaluasi dan pembentukan karakter. Melalui microteaching, mahasiswa PGMI dapat mengembangkan tiga kompetensi utama guru, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, dan kepribadian. Guru sejati adalah mereka yang ikhlas, berilmu, dan berakhlak sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Kegiatan kajian ini diakhiri dengan pesan inspiratif bahwa guru masa depan bukan hanya pencetak nilai, tetapi pembentuk peradaban.
Kegiatan Kajian Keilmuan Microteaching ini tidak hanya menjadi ajang akademik, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan identitas bagi mahasiswa PGMI. Melalui kegiatan semacam ini, HMPS PGMI FTIK UIN KHAS Jember terus berkomitmen mencetak calon guru madrasah yang profesional, adaptif terhadap teknologi, dan berjiwa spiritual tinggi. Semangat mahasiswa yang hadir menjadi bukti nyata bahwa generasi muda PGMI siap menjawab tantangan dunia pendidikan Islam di era digital. Dengan penguasaan ilmu, etika, dan kecerdasan spiritual, mahasiswa PGMI diharapkan menjadi guru inspiratif yang menebar keberkahan bagi dunia pendidikan Indonesia. Dari ruang microteaching inilah lahir guru-guru besar masa depan bangsa.
PGMI, PGMI
Aktif, Kreatif, Produktif
Follow Us Official Account HMPS PGMI UIN KHAS JEMBER
Ig:@hmpspgmi_uinkhasjember
Fb: Hmps Pgmi Uin Jember
Yt: HMPSPGMI UINKHASJEMBER
Tiktok: @hmpspgmi_uinkhas
Editor: Admin, M.S.Prayogo



