Asri Ika Nurmaela Mahasiswi PGMI Lulus Tanpa Skripsi, Tembus Jurnal Sinta 2
Jember (07/10/2024) - Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyh (PGMI) Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN KHAS Jember kembali mencetak prestasi membanggakan. Asri Ika Nurmaela, mahasiswi Program Studi PGMI, berhasil menyelesaikan studinya dengan cara yang tak biasa—tanpa skripsi, melainkan lewat publikasi artikel ilmiah bereputasi.
Tak main-main, artikel ilmiahnya yang berjudul "Proses Berfikir Pseudo siswa dalam memecahkan Masalah Matematika ditinjau dari Gaya Belajar” berhasil menembus Jurnal FKIP UNILA, sebuah jurnal terindeks Sinta 2, menjadikannya salah satu capaian tertinggi untuk publikasi ilmiah mahasiswa yang pertama pada Prodi PGMI FTIK UIN KHAS Jember.
Asri panggilan akrab dari Asri Ika Nurmaela, merupakan salah satu mahasiswa aktif Angkatan tahun 2021 prodi PGMI yang berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3,5 tahun. Presentasi hasil penelitiannya dalam sidang akhir dilakukan dalam sesi sidang skripsi yang dihadiri oleh Indah Wahyuni selaku dosen Pembimbing dan para penguji lainnya serta rekan mahasiswa di Gedung Kuliah terpadu FTIK lantai 3. Sidang ujian akhir tanpa skripsi ini merupakan mahasiswa pertama dari prodi PGMI yang lulus ujian tanpa skripsi. Hal ini untuk menunjukkan bahwa jalur non-skripsi juga bisa menjadi pilihan penuh prestasi bagi mahasiswa yang lainnya.
Dalam proses penulisannya, Asri mendapat bimbingan intensif dari Indah Wahyuni selaku dosen pembimbing, Imron Fauzi selaku Koordinator Prodi PGMI dan Muhammad suwignyo Prayogo selaku Dosen penasihat akademik (DPA). Bimbingan dan konsultasi yang intens kepada para reviewer jurnal juga menjadi Kolaborasi yang lengkap untuk menyempurnakan isi artikel ini yaitu tidak hanya menambah kualitas artikel secara ilmiah, tetapi juga memberi warna dan ciri yang khas pada tulisannya.
Berdasarkan kisah yang disampaikan Asri, perjalanan dalam menulis artikel ini bukan hal mudah. Asri harus melewati proses panjang mulai dari menentukan topik, pengumpulan data, penyusunan tulisan sesuai template jurnal, hingga proses revisi setelah ditinjau. Namun semua tantangan itu tak menyurutkan semangatnya. Dukungan penuh dari para dosen, keluarga, dan teman-temannya menjadi kunci utama keberhasilannya.
“Proses ini benar-benar mengajarkan saya tentang kesabaran dan ketekunan. Jangan pernah takut mencoba hal baru. Ini bukan sekadar tugas akhir, ini adalah tantangan yang bisa membuka banyak peluang,” ujar Asri dengan penuh semangat.
Imron fauzi yang juga menjadi Penguji Utama pada saat siding dan juga menjabat sebagai Koordinator Prodi PGMI, menyebut bahwa keberhasilan Asri menjadi bukti bahwa publikasi ilmiah bisa menjadi alternatif tugas akhir yang sangat bermakna, khususnya bagi mahasiswa Prodi PGMI yang akan menyelesaikan tugas akhirnya. “Model seperti ini menantang mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman dan belajar lebih dalam secara mandiri,” ungkapnya.
Abdul Mu'is selaku Dekan FTIK dan juga sebagai ketua sidang, juga memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai bahwa jalur publikasi seperti ini memberikan dampak ganda yaitu selain menjadi memberikan nilai akademik lebih untuk mahasiswa dan juga menunjang pengembangan karier dosen dari segi poin kredit. Beliau menambahkan bahwa setelah menyelesaikan semua mata kuliah dalam proses perkuliahan yang berlangsung selama 3 tahun, pada semester selanjutnya mahasiswa bisa langsung meneliti dan Menyusun laporan penelitian dalam bentuk skripsi atau bisa langsing mempublikasikan hasilnya di jurnal terakreditasi Sinta 2. Dua model pilihan ini diharapkan bisa memberikan pilihan kepada mahasiswa untuk bisa memilih dan mempercepat masa studi mahasiswa sekaligus mendorong budaya akademik yang lebih produktif.
Harapan Junaidi yang juga sebagai dosen PGMI dan sekretaris sidang, menyampaikan bahwa penyelesaian tugas akhir tanpa skripsi dalam bentuk Publikasi Artikel Jurnal sinta 2 ini merupakan terobosan baru dan langkah awal yang baik bagi mahasiswa prodi PGMI untuk mengawali dan terus mengasa diri dalam meningkatkan komptensi literasi menulisnya sebagai motivasi mahasiswa lainnya untuk terus bersaing dan berkompetisi dalam bidang akademik. Semoga dengan adanya pelaksanaan sidang skripsi tanpa skripsi yang diawali oleh Asri ini, bisa menjadi motivasi untuk mahasiswa PGMI pada sidang selanjutnya yang juga lulus tanpa skripsi. Semoga Prodi PGMI bisa terus berbenah, berinovasi dan bisa mencetak lulusan PGMI yang lebih siap untuk bisa bersaing di dunia akademik dan professional. (admin PGMI, yoga, Imron, Jun)



