UIN KHAS Jember Gelar FGD Pengembangan Standar Mutu dan Perkuat Implementasi RPL 2025
UIN KHAS Jember Gelar FGD Pengembangan Standar Mutu dan Perkuat Implementasi RPL 2025
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Standar Mutu dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada 20–22 November 2025 di Utama Raya Situbondo. Kegiatan yang diprakarsai Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat tata kelola mutu dan penyelarasan standar akademik dengan kebutuhan transformasi pendidikan tinggi nasional. Rangkaian acara resmi dibuka pada Kamis malam pukul 20.55 WIB oleh Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hefni, S.Ag., M.M., dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kabiro AUPK, Dr. H. Nawawi, M.Fil.I.
Dalam sambutannya, Ketua LPM Dr. H. M. Mursalim, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir meski di tengah kesibukan masing-masing. Ia menegaskan bahwa FGD penyusunan RPL ini sangat penting karena melibatkan banyak pihak dan memerlukan sinergi antara unsur-unsur strategis seperti Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu (Dr. Dyah Nawangsari, M.Ag.), Kepala Pusat Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran (Dr. Zeiburhanussaleh, M.Pd.), serta Kepala Pusat Informasi Data dan PMB (Dr. Kun Wazis). Dalam paparannya, Mursalim juga menyinggung posisi perguruan tinggi keagamaan Islam yang kini tertinggal dalam implementasi RPL dibandingkan beberapa perguruan tinggi lain, baik PTKIN maupun perguruan tinggi swasta, seperti UIN Ar-Raniry, UIN Raden Fatah, UIN Sunan Kalijaga, UIN Sumut, dan UIN Sultan Thaha. Ia juga menyebut UNMUH Jember yang telah menerima lima kelas RPL untuk Prodi PAUD, masing-masing berjumlah 50 mahasiswa, serta UNIPAR yang telah memiliki 10 program studi RPL. Menurutnya, percepatan implementasi RPL sangat diperlukan untuk meningkatkan animo masyarakat dan mendukung penerimaan mahasiswa baru secara lebih kompetitif.
Sementara itu, Rektor dalam sambutan pembukaannya menekankan tiga semangat utama dalam mengelola perguruan tinggi: eksistensi, resiliensi, dan keberkembangan. Eksistensi, menurutnya, tidak hanya berarti hadir, tetapi berarti memberi makna dan kontribusi nyata pada pengembangan ilmu pengetahuan. Resiliensi menunjukkan kemampuan perguruan tinggi untuk bertahan, bergerak dinamis, dan beradaptasi di tengah kompetisi yang semakin ketat. Adapun keberkembangan menjadi prinsip dasar bahwa mutu harus terus ditingkatkan melalui proses upgrading berkelanjutan, termasuk melalui penyelenggaraan RPL sebagai instrumen strategis peningkatan kualitas akademik.
Rektor juga menegaskan bahwa mutu merupakan tulang punggung tata kelola perguruan tinggi. Mulai Februari 2026, seluruh kegiatan akademik dan non-akademik di lingkungan UIN KHAS Jember harus selaras dengan Renstra dan Perkin pimpinan agar setiap program lebih fokus, berdampak, dan bermakna. Ia menambahkan bahwa sejak saat ini, Satuan Pengawasan Internal (SPI) diberi kewenangan penuh untuk melakukan pengawasan dan evaluasi ke seluruh unit sebagai bagian dari penguatan sistem mutu.
Dalam kesempatan tersebut, rektor memperkenalkan empat konsep utama MUTU sebagai fondasi penguatan budaya akademik di UIN KHAS: Meaningful, Upgrading, Transformation, dan Understanding. Meaningful menekankan makna dan kontribusi nyata setiap program; Upgrading menegaskan perlunya peningkatan berkelanjutan; Transformation mengarah pada perubahan ke arah lebih baik; sedangkan Understanding menuntut pemahaman mendalam atas setiap proses akademik. Ia menegaskan bahwa seluruh program ke depan harus dibangun dengan target dan jadwal yang terukur agar kinerja unit lebih mudah dievaluasi.
Sebagai penutup sambutannya, rektor menambahkan bahwa keberhasilan implementasi konsep mutu tersebut harus diimbangi dengan tiga semangat kerja: Faster (semakin cepat), Better (semakin baik), dan Stronger (semakin kuat). Menurutnya, ketiga prinsip ini menjadi motivasi dasar agar perguruan tinggi tidak hanya mengikuti perkembangan, tetapi mampu memimpin perubahan.
Setelah sesi pembukaan, rangkaian FGD berlanjut dengan paparan arah kebijakan penjaminan mutu perguruan tinggi dan workshop penyusunan standar mutu berbasis visi-misi. Pada hari kedua, seluruh peserta fokus memperdalam implementasi RPL, mulai dari prosedur registrasi melalui aplikasi Sierra, pedoman RPL, prinsip penyelenggaraan, hingga penyusunan rancangan RPL di masing-masing fakultas. Hari terakhir ditutup dengan pendalaman teknis RPL Tipe A dan B sebelum kegiatan resmi ditutup.
FGD Pengembangan Standar Mutu dan RPL 2025 ini menjadi momentum penting bagi UIN KHAS Jember dalam mempercepat integrasi RPL, memperkuat sistem penjaminan mutu internal, serta meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tengah dinamika pendidikan nasional. Dengan hadirnya tim pengelola RPL sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Rektor Nomor 677 Tahun 2025, UIN KHAS Jember menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada mutu berkelanjutan.
Editor: admin, M.S.Prayogo



