PGMI UIN KHAS Jember Perkuat Mutu Evaluasi Pembelajaran melalui Pelatihan Desain Instrumen CPL Berbasis OBE
PGMI UIN KHAS Jember Perkuat Mutu Evaluasi Pembelajaran melalui Pelatihan Desain Instrumen CPL Berbasis OBE
Jember (26/22/2025) -PGMI- Program Studi PGMI FTIK UIN KHAS Jember menjadi salah satu unsur penting dalam kegiatan Orientasi Peningkatan Mutu Dosen yang dilaksanakan pada Rabu, 26 November 2025 di Royal Hotel Jember. Kegiatan ini mengangkat tema “Desain Instrumen Penilaian CPL dengan Pendekatan OBE untuk Kurikulum 2024.” Seluruh dosen PGMI hadir bersama pimpinan fakultas, Gugus Mutu Fakultas, dan koordinator program studi lainnya. Kehadiran para dosen PGMI mencerminkan komitmen untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran di lingkungan program studi. Suasana kegiatan berlangsung kondusif dengan fokus utama pada penguatan instrumen penilaian.
Dalam kegiatan tersebut, Kaprodi PGMI, Dr. Imron Fauzi, M.Pd.I., menyampaikan pesan penting terkait penyamaan persepsi dalam penilaian capaian pembelajaran lulusan (CPL). Beliau menegaskan bahwa keselarasan instrumen penilaian antar-dosen PGMI menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu evaluasi. Dr. Imron menekankan bahwa penerapan pendekatan OBE dalam kurikulum 2024 harus dilakukan secara konsisten. Beliau berharap kegiatan ini dapat mendorong para dosen PGMI bertindak lebih solid dalam menyusun instrumen penilaian yang terukur. Semangat kolaboratif disebutnya sebagai kunci kemajuan program studi di masa depan.
Selain itu, Dr. Imron Fauzi juga memberikan motivasi agar seluruh dosen PGMI terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitasnya. Beliau mengingatkan bahwa kualitas lulusan bergantung pada kualitas proses pembelajaran yang dilakukan para dosen. Peningkatan kompetensi tidak hanya mencakup penguasaan materi, tetapi juga kemampuan merancang evaluasi yang tepat sasaran. Ia mendorong agar para dosen lebih proaktif mengikuti program pengembangan keilmuan yang diselenggarakan fakultas.
Dr. Hartono, M.Pd., selaku Ketua Jurusan Sains dan juga sebagai salah satu Dosen Prodi PGMI, menegaskan bahwa kegiatan Orientasi Peningkatan Mutu Dosen merupakan bagian penting dalam proses evaluasi dan penguatan kualitas tenaga pendidik di FTIK. Beliau menyatakan bahwa program ini menjadi ruang strategis bagi dosen untuk memperdalam pemahaman terkait evaluasi pembelajaran. Melalui kegiatan ini, para dosen diharapkan memperoleh wawasan baru mengenai penyusunan instrumen penilaian CPL. Pendekatan berbasis OBE juga diharapkan dapat dipahami secara lebih komprehensif oleh seluruh peserta. Beliau berharap kegiatan ini mampu mendorong peningkatan profesionalitas dosen dalam merancang evaluasi yang lebih terukur dan relevan.
Dr. Hartono, M.Pd., juga menyampaikan bahwa kegiatan peningkatan mutu dosen ini dirancang untuk menyatukan pemahaman para pendidik terkait penerapan kurikulum dalam proses pembelajaran. Beliau menegaskan bahwa keseragaman persepsi menjadi kunci dalam menciptakan pembelajaran yang lebih terarah. Dengan pemahaman yang selaras, dosen dapat mengoptimalkan metode penyampaian materi di kelas. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menguasai konsep-konsep penting pada setiap mata kuliah. Melalui upaya ini, kualitas pembelajaran di FTIK diharapkan semakin meningkat secara signifikan.
Narasumber utama, Dr. Dian Kurniati, S.Pd., M.Pd., memaparkan pentingnya penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dalam sistem pembelajaran. Beliau menegaskan bahwa penggunaan OBE bukan lagi pilihan, tetapi menjadi kebutuhan mendesak dalam pendidikan tinggi. Penilaian CPL harus disusun berdasarkan keluaran yang benar-benar diharapkan dari mahasiswa. OBE menurutnya mampu memastikan relevansi antara proses pembelajaran dan kompetensi lulusan. Penjelasan beliau memberikan pemahaman baru mengenai urgensi penerapan kurikulum ini.
Dalam sesi materinya, Dr. Dian Kurniati, S.Pd., M.Pd. dalam paparannya memberikan panduan teknis terkait penyusunan instrumen penilaian CPL yang valid dan terukur. Narasumber menguraikan cara menyusun indikator, mengembangkan rubrik, dan menyesuaikannya dengan RPS Kurikulum 2024. Peserta dari PGMI memanfaatkan sesi ini untuk meninjau ulang instrumen penilaian yang selama ini digunakan. Diskusi interaktif antara peserta dan narasumber memperkaya pemahaman terhadap perumusan penilaian berbasis OBE. Materi berlangsung dinamis dan menambah wawasan peserta secara signifikan.
Sesi praktik penyusunan instrumen penilaian menjadi bagian yang paling menarik bagi para dosen PGMI. Mereka bekerja bersama untuk menyesuaikan instrumen evaluasi dengan CPL mata kuliah fakultas yang diampu. Aktivitas ini memungkinkan dosen memahami bagaimana menurunkan capaian pembelajaran menjadi indikator konkret. Panitia memastikan setiap kelompok mendapat pendampingan agar praktik berjalan efektif. Hasil praktik ini diharapkan dapat segera diimplementasikan dalam perkuliahan mendatang.
Kegiatan ditutup dengan kesan positif dari para dosen PGMI yang merasa mendapatkan pemahaman lebih mendalam terkait OBE dan penilaian CPL. para Dosen PGMI berkomitmen untuk menerapkan instrumen yang telah disusun selama kegiatan berlangsung. Semangat kolektif ini menjadi modal penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran di PGMI. Kegiatan peningkatan mutu ini diharapkan melahirkan keselarasan baru dalam sistem evaluasi pembelajaran. Dengan begitu, Program Studi PGMI semakin siap menghadapi tuntutan kualitas pendidikan di era kurikulum berbasis capaian.
Editor : admin, M.S.Prayogo



