Pekan HSN 2026, Mahasiswa PGMI Kelas D1 UIN KHAS Jember
Dalami Konsep Fisika melalui Diskusi dan Praktikum
Jember (20/10/2026) — Dalam rangkaian Pekan Hari Santri
Nasional (HSN) 2026, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah (PGMI), kelas D1, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN
Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember mengikuti perkuliahan Pembelajaran IPA
SD/MI dengan fokus pada materi fisika. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa,
20 Oktober 2026, pukul 10.30–12.30 WIB ini dibimbing oleh Dr. M. Suwignyo
Prayogo, M.Pd.I. Perkuliahan dikemas melalui diskusi interaktif dan pengenalan
praktikum sederhana untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap konsep fisika
sekaligus strategi mengajarkannya kepada siswa tingkat dasar.
Pembelajaran diawali dengan pembahasan mengenai konsep dasar
fisika, keterampilan proses dalam memahami fenomena fisik, serta ruang lingkup
materi fisika pada pembelajaran IPA SD/MI. Mahasiswa juga mendiskusikan
berbagai strategi dan metode pembelajaran yang dapat diterapkan oleh calon
guru, mulai dari pendekatan discovery inquiry hingga penggunaan permainan
edukatif. Suasana perkuliahan berlangsung aktif dan penuh antusias, sejalan
dengan semangat Pekan HSN yang memadukan kegiatan akademik dengan nuansa kebersamaan
dan identitas santri.
Diskusi kelas dipandu oleh Nuril Hidayah sebagai moderator
dengan menghadirkan enam mahasiswa sebagai tim ahli fisika, yaitu Faizzah
Umaya, Novi Syifa’ul Wijayanti, Dini Zahra Damayanti, Khilyatur Rohmah, Naufa
Kamila Ananda, dan Ilfa Syaifana Rahmani. Para pemateri menyampaikan gagasan
mengenai cara menjelaskan konsep fisika melalui kegiatan yang dekat dengan
pengalaman sehari-hari siswa. Melalui presentasi dan tanya jawab, mahasiswa
dilatih untuk menyampaikan materi secara sistematis, mengembangkan kemampuan
berpikir kritis, serta menghargai pendapat dalam diskusi akademik.
Salah satu pembahasan utama adalah pemanfaatan media dan
alat peraga sederhana untuk menjelaskan konsep gaya dan gerak. Mahasiswa
mengeksplorasi penggunaan mobil mainan dan bola yang menggelinding untuk
mengamati gerak benda, serta papan dengan permukaan halus dan kasar untuk
membandingkan pengaruh gaya gesek. Pendekatan tersebut diharapkan membantu
calon guru menjelaskan konsep fisika secara konkret sekaligus menghubungkannya
dengan berbagai peristiwa yang dijumpai siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Materi cahaya juga menjadi bagian penting dalam diskusi dan
pengembangan ide praktikum sederhana. Mahasiswa mengidentifikasi penggunaan
senter dan berbagai benda, seperti meja, pintu, buku, plastik, serta kertas
HVS, untuk mengamati sifat cahaya dan kemampuan benda meneruskan atau
menghalangi cahaya. Melalui kegiatan tersebut, calon guru didorong untuk
mengembangkan pembelajaran berbasis pengamatan sehingga siswa tidak hanya
menerima penjelasan secara verbal, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar secara
langsung.
Selain eksperimen, mahasiswa mempelajari variasi strategi
pembelajaran yang dapat diterapkan sesuai karakteristik materi dan kebutuhan
siswa MI/SD. Strategi tersebut meliputi pembuatan sudut area pembelajaran,
bulletin board atau papan pajangan edukatif, kegiatan discovery inquiry,
permainan pembelajaran, serta field trip atau kunjungan lapangan. Pemanfaatan
strategi yang beragam dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik,
mendorong rasa ingin tahu, dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun
pemahamannya melalui pengalaman yang bermakna.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga menekankan
pentingnya keterampilan proses sains bagi mahasiswa calon guru MI/SD. Melalui
diskusi dan perancangan percobaan, mahasiswa berlatih mengamati fenomena,
mengajukan pertanyaan, menggunakan alat sederhana, menganalisis hasil
pengamatan, dan menyusun kesimpulan berdasarkan bukti. Keterampilan tersebut
menjadi bekal penting agar calon guru mampu merancang pembelajaran IPA yang
tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga mengembangkan
kemampuan berpikir ilmiah siswa.
Dosen pengampu, Dr. M. Suwignyo Prayogo, M.Pd.I., menekankan
bahwa pembelajaran fisika di tingkat dasar perlu dirancang secara kontekstual,
kreatif, dan sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Menurutnya, konsep
yang dianggap abstrak dapat lebih mudah dipahami apabila disajikan melalui
demonstrasi, percobaan sederhana, media pembelajaran, dan diskusi yang terarah.
Oleh karena itu, mahasiswa PGMI perlu menguasai materi sekaligus memiliki
keterampilan pedagogis untuk mengubah konsep ilmiah menjadi pengalaman belajar
yang konkret dan menyenangkan.
Kegiatan perkuliahan berlangsung dalam suasana kebersamaan
yang selaras dengan semangat Pekan Hari Santri Nasional 2026, dengan mahasiswa
dan dosen mengenakan busana muslim serta sarung bagi mahasiswa laki-laki.
Nuansa tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan akademik yang
tetap menghargai identitas dan tradisi santri tanpa mengurangi fokus pada
pengembangan kompetensi keilmuan. Antusiasme mahasiswa selama diskusi dan
praktik menunjukkan pentingnya pembelajaran yang partisipatif dalam mempersiapkan
calon pendidik yang adaptif dan inovatif.
Melalui kegiatan ini, Prodi PGMI FTIK UIN KHAS Jember berharap mahasiswa semakin siap mengembangkan pembelajaran IPA yang aktif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik. Perpaduan diskusi, demonstrasi, dan praktikum sederhana menjadi sarana untuk menghubungkan teori fisika dengan fenomena nyata sekaligus melatih kemampuan merancang media pembelajaran yang mudah diterapkan di sekolah. Dengan demikian, rangkaian Pekan HSN 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat semangat kebersamaan, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi profesional sebagai calon guru MI/SD.