Kajian “Quarter Life Crisis” Bekali Mahasiswa PGMI untuk Bangkit dan Tetap Semangat


Hadapi Quarter Life Crisis, Mahasiswa PGMI Diajak Bangkit dan Menjaga Semangat

 

Jember, 21/05/2026 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) mengikuti kajian bertema “Quarter Life Crisis di Kalangan Mahasiswa PGMI: Cara Bangkit & Tetap Semangat” pada Kamis (21/05/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB tersebut digelar di Gedung G Ruang 23 dengan menghadirkan Muhammad Junaidi, S.Pd.I., M.Pd.I. sebagai pemateri. Kajian ini membahas berbagai tantangan yang sering dihadapi mahasiswa serta cara menghadapinya dengan lebih tenang dan tetap memiliki semangat belajar.


Tema tersebut dinilai penting karena mahasiswa PGMI tidak hanya menghadapi tuntutan akademik, tetapi juga sedang mempersiapkan diri menjadi calon guru. Selama kuliah, mahasiswa harus mempelajari berbagai bidang ilmu, mulai dari pendidikan umum seperti Matematika, IPA, dan Bahasa hingga ilmu keislaman seperti Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Beban perkuliahan, tugas, praktik mengajar, dan kegiatan organisasi dapat menjadi tekanan yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan kelelahan fisik maupun mental.


Dalam kajian tersebut, mahasiswa diajak memahami pentingnya menjaga kondisi diri agar tidak mudah mengalami academic burnout. Rasa lelah dan jenuh selama menjalani perkuliahan merupakan hal yang dapat terjadi, tetapi mahasiswa perlu memiliki cara yang tepat untuk memulihkan semangat dan mengatur kembali prioritasnya. Kemampuan mengenali kondisi diri menjadi langkah penting agar tekanan akademik tidak mengganggu proses belajar dan perkembangan mahasiswa.


Selain mengelola tekanan akademik, mahasiswa PGMI juga perlu membangun resiliensi sebagai calon guru. Profesi guru membutuhkan kesabaran, kemampuan mengelola emosi, dan kesiapan menghadapi berbagai karakter peserta didik. Karena itu, kemampuan untuk bangkit dari kegagalan, menghadapi masalah, dan tetap menjalankan tanggung jawab perlu dilatih sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah.


Mahasiswa juga diingatkan bahwa calon guru memiliki peran penting sebagai teladan bagi peserta didik. Guru yang mampu menjaga semangat dan memberikan energi positif akan lebih mudah membangun suasana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Oleh sebab itu, mahasiswa PGMI perlu belajar mengelola persoalan pribadi dan menjaga motivasi agar nantinya mampu menjadi guru yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu memberikan inspirasi kepada peserta didiknya.


Kajian ini juga mengajak mahasiswa untuk melihat perjalanan pendidikan dari sisi yang lebih luas, termasuk dari perspektif keislaman. Berbagai kesulitan yang dihadapi selama kuliah dapat dipandang sebagai bagian dari proses belajar, ujian, dan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih kuat. Dengan memperkuat niat belajar sebagai bagian dari ibadah dan upaya mencerdaskan generasi, mahasiswa diharapkan memiliki motivasi yang tidak hanya berorientasi pada gelar, tetapi juga pada manfaat bagi orang lain.


Melalui kajian “Quarter Life Crisis di Kalangan Mahasiswa PGMI: Cara Bangkit & Tetap Semangat”, mahasiswa diharapkan mampu menghadapi tekanan perkuliahan dengan lebih bijak. Semangat untuk terus belajar, kemampuan bangkit dari kegagalan, serta ketahanan menghadapi berbagai tantangan menjadi bekal penting sebelum mereka terjun sebagai guru MI/SD. Dengan kesiapan mental dan spiritual yang baik, mahasiswa PGMI diharapkan dapat tumbuh menjadi calon pendidik yang tangguh, sabar, dan mampu menjadi teladan bagi generasi mendatang.

 

 

PGMI, PGMI

"Aktif, Kreatif, Produktif!"

 

Follow Us Official Account HMPS PGMI UIN KHAS JEMBER

Ig : @hmpspgmi_uinkhasjember

Fb : Hmps Pgmi Uin Jember

Yt : HMPSPGMI UINKHASJEMBER

Tiktok : @hmpspgmi_uinkhasjember

Tags: Pendidikan Berita Terkini
Bagikan: