Mahasiswa PGMI Kelas D4 FTIK UIN KHAS Jember Dalami Pembelajaran Fisika melalui Diskusi Interaktif dan Praktikum Sederhana
Jember (21/10/2026) — Mahasiswa kelas D4 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, mengikuti perkuliahan Pembelajaran IPA SD/MI dengan fokus pada materi fisika pada Rabu pagi (21/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas G11 mulai pukul 07.45 hingga 10.30 WIB tersebut dibimbing langsung oleh dosen pengampu, Dr. M. Suwignyo Prayogo. Dalam suasana pagi yang cerah dan sejuk, mahasiswa mengikuti perkuliahan dengan khidmat, penuh semangat, dan antusias melalui kegiatan diskusi kelompok serta praktikum sains sederhana.
Perkuliahan ini membahas konsep dasar fisika, keterampilan proses sains, ruang lingkup materi fisika di tingkat SD/MI, serta strategi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Materi tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan mengubah konsep fisika yang cenderung abstrak menjadi pengalaman belajar yang konkret, menarik, dan mudah dipahami anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga diarahkan untuk memahami pentingnya pembelajaran yang tidak hanya berpusat pada penjelasan guru, tetapi memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengamati, mencoba, berdiskusi, dan menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan.
Diskusi perkuliahan dipimpin oleh tim presentator Kelompok 5 yang terdiri atas Siti Qomariyah, Mutiara Isna Maulidia, Firda Firliana Sufni, Moh. Fadli Hamzah, dan Zahratul Aulia. Tim tersebut memaparkan berbagai alternatif strategi pembelajaran fisika, mulai dari pemanfaatan physics corner atau sudut area fisika, pembuatan bulletin board atau majalah dinding edukatif, hingga penerapan metode discovery inquiry dan permainan pembelajaran. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan menekankan pentingnya kreativitas calon guru dalam memilih strategi, media, dan aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan tujuan serta materi IPA.
Dalam pemaparannya, mahasiswa mempelajari bahwa sudut area fisika dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang berisi buku komik sains, karya peserta didik, dan berbagai media pembelajaran sederhana. Sementara itu, majalah dinding edukatif dapat digunakan untuk menampilkan rangkuman materi, tulisan siswa, serta informasi tentang gerak, magnet, cahaya, gaya, energi, dan pesawat sederhana. Kedua strategi tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kaya akan sumber informasi sekaligus mendorong rasa ingin tahu, kreativitas, dan keterlibatan aktif peserta didik dalam mempelajari fenomena sains.

Pembahasan juga menyoroti penggunaan alat dan bahan sederhana untuk menjelaskan konsep fisika melalui eksperimen langsung. Materi gaya dan gerak, misalnya, dapat dipelajari dengan mobil mainan dan bola yang menggelinding, sedangkan gaya gesek dapat diamati dengan membandingkan gerak benda pada permukaan halus dan kasar menggunakan bidang miring. Pada materi cahaya, mahasiswa mendiskusikan percobaan menggunakan senter, kertas berlubang yang disusun sejajar, serta berbagai benda seperti buku, meja, pintu, plastik, dan kertas untuk mengamati perambatan cahaya serta kemampuan benda meneruskan cahaya.
Selain materi gaya, gerak, dan cahaya, mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai kemungkinan praktikum sederhana tentang suhu dan kalor, rangkaian listrik seri dan paralel, magnet, medan magnet, serta pesawat sederhana. Penggunaan termometer digital dapat membantu peserta didik mengamati suhu secara terukur, sedangkan magnet dan rangkaian kawat, paku, serta baterai dapat menjadi sarana untuk mengenalkan gejala kemagnetan dengan memperhatikan prosedur keselamatan. Melalui kegiatan tersebut, calon guru diharapkan mampu merancang pembelajaran yang menghubungkan teori dengan fenomena sehari-hari, sekaligus melatih keterampilan mengamati, mengajukan pertanyaan, melakukan percobaan, mengolah informasi, dan menyampaikan hasil pengamatan secara sistematis.
Dr. M. Suwignyo Prayogo menekankan bahwa diskusi dan praktikum sains merupakan bagian penting dalam menyiapkan calon guru SD/MI yang kreatif, kompeten, dan mampu membangun pembelajaran aktif. Kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan keterampilan proses sains, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta sikap ilmiah seperti ketelitian, kesabaran, dan kehati-hatian dalam menarik kesimpulan. Perkuliahan ditutup dengan kegiatan praktikum sebagai penguatan materi, sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk mengembangkan pembelajaran IPA yang kontekstual, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.
PGMI.. PGMI, PGMI
Aktif, Kreatif, produktif
Tim Kelompok 5 Bidang Fisika
Koordinator kelas D4 PGMI
Admin PGMI