Dari Gelas Nada hingga Pesan Rahasia, Mahasiswa PGMI UIN KHAS Jember Praktikkan Pembelajaran IPA Kreatif dan Kontekstual

Jember (21/10/2026) — Mahasiswa kelas D4 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, melaksanakan kegiatan Eksperimen IPA Sederhana melalui serangkaian demonstrasi dan praktikum sains. Kegiatan ini menghadirkan beragam percobaan yang memanfaatkan bahan-bahan sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan praktik, serta kemampuan menjelaskan konsep-konsep sains secara menarik dan mudah dipahami.
Kegiatan praktikum ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif melalui pengamatan langsung terhadap berbagai fenomena alam. Sebanyak 11 mahasiswa berpartisipasi dengan menampilkan percobaan yang berbeda sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Setiap mahasiswa berkesempatan mempraktikkan prosedur eksperimen sekaligus menjelaskan prinsip ilmiah yang mendasari hasil pengamatannya.

Dosen pengampu, Dr. M. Suwignyo Prayogo, menjelaskan bahwa eksperimen IPA sederhana memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran sains yang konkret, kontekstual, dan menyenangkan. Menurutnya, kegiatan praktik dapat membantu mahasiswa menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan fenomena yang dapat diamati secara langsung. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa PGMI dalam merancang pembelajaran IPA yang lebih inovatif ketika kelak menjalankan tugas sebagai pendidik di madrasah ibtidaiyah.
Pada kelompok percobaan pertama, Nadya Nur Fahiroh memperagakan Bermain Musik dengan Air, sedangkan Maya Destiana Fauzi melakukan eksperimen Benang yang Bisa Mengangkat Es Batu. Percobaan gelas nada digunakan untuk mengamati pengaruh volume air terhadap tinggi rendahnya nada, sementara eksperimen es batu memperkenalkan peran garam dalam proses perubahan titik beku. Kedua kegiatan tersebut mengajak mahasiswa memahami konsep bunyi, getaran, serta perubahan sifat fisik zat melalui pengamatan sederhana.
Dok. Foto: Nadya Nur Fahiroh memperagakan Bermain Musik dengan Air
Dok. Foto: Maya Destiana Fauzi melakukan eksperimen Benang yang Bisa Mengangkat Es Batu
Selanjutnya, Siti Qomariyah mempraktikkan Telur Bernapas dan Fera Novitasari menampilkan eksperimen Telur Ayam Transparan. Percobaan pertama bertujuan mengamati gelembung udara yang keluar dari pori-pori cangkang telur ketika direndam dalam air hangat, sedangkan percobaan kedua memanfaatkan cuka untuk melarutkan cangkang telur sehingga tersisa selaput bagian dalam yang kenyal. Melalui kedua eksperimen tersebut, mahasiswa mempelajari karakteristik struktur telur serta reaksi antara asam dan kalsium karbonat.
Dok. Foto: Siti Qomariyah mempraktikkan Telur Bernapas
Dok. Foto: Fera Novitasari menampilkan eksperimen Telur Ayam Transparan
Lilis Sofiatun Najah memperagakan Membuat Gelembung di Dalam Gelembung, sedangkan Dini Nur Kamaliah menunjukkan Tornado di Dalam Botol. Eksperimen gelembung memperkenalkan sifat tegangan permukaan dan karakteristik lapisan sabun, sementara percobaan tornado memperlihatkan terbentuknya pusaran air ketika botol diputar dengan gerakan tertentu. Kedua kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengamati bagaimana sifat cairan dan gerakan fluida dapat dijelaskan melalui prinsip-prinsip sains.
Dok. Foto: Lilis Sofiatun Najah memperagakan Membuat Gelembung di Dalam Gelembung,
Dok. Foto: Dini Nur Kamaliah menunjukkan Tornado di Dalam Botol.
Pada eksperimen berikutnya, Syahrul Gunawan menampilkan Merica Penakut dan Moh Fadli Hamzah mempraktikkan Roket Teh Celup. Dalam percobaan merica, mahasiswa mengamati perubahan posisi taburan merica di permukaan air setelah sabun menyentuh permukaannya, sedangkan roket teh celup memperlihatkan pergerakan ke atas akibat aliran udara panas. Kedua demonstrasi tersebut membantu mahasiswa mengenali fenomena tegangan permukaan, perpindahan panas, dan perbedaan massa jenis udara melalui contoh yang mudah diamati.
Dok. Foto: Moh Fadli Hamzah mempraktikkan Roket Teh Celup
Dok. Foto: Syahrul Gunawan menampilkan Merica Penakut
Adinda Luckyta Rizki melakukan eksperimen Botol Apung untuk memperkenalkan konsep massa jenis serta kondisi benda yang terapung, melayang, atau tenggelam. Sementara itu, Mutiara Isna Maulidia memperagakan Minyak dan Air yang Berteman dengan menunjukkan peran sabun dalam membantu pencampuran minyak dan air. Kedua eksperimen tersebut memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai sifat zat, perbedaan karakteristik cairan, dan penerapan konsep sains dalam kehidupan sehari-hari.

Dok. Foto: Adinda Luckyta Rizki melakukan eksperimen Botol Apung

Dok. foto: Mutiara Isna Maulidia memperagakan Minyak dan Air yang Berteman
Firda Firliana Sufni menutup rangkaian demonstrasi dengan percobaan Pesan Rahasia yang memanfaatkan cairan seperti jus lemon atau cuka untuk menghasilkan tulisan yang awalnya sulit terlihat. Tulisan tersebut dapat dimunculkan melalui pemanasan yang dilakukan secara hati-hati dengan prosedur yang aman dan pengawasan dosen. Eksperimen ini memperkenalkan perubahan warna akibat pemanasan sekaligus melatih ketelitian, kreativitas, dan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan penjelasan ilmiah kepada orang lain.

Dok. Foto: Firda Firliana Sufni percobaan Pesan Rahasia
Secara keseluruhan, kegiatan Eksperimen IPA Sederhana Kelas D4 PGMI FTIK UIN KHAS Jember menjadi sarana pembelajaran yang memadukan teori, praktik, kreativitas, dan komunikasi ilmiah. Keberagaman eksperimen memberikan contoh bahwa konsep sains dapat dipelajari melalui bahan sederhana tanpa harus selalu bergantung pada peralatan laboratorium yang kompleks. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan semakin terampil merancang kegiatan pembelajaran IPA yang menarik, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik madrasah ibtidaiyah.
PGMI.. PGMI, PGMI
Aktif, Kreatif, produktif
Tim Kelompok Eksperimen
Koordinator kelas D4 PGMI
Admin PGMI