Asah Kreativitas Calon Guru MI, Mahasiswa PGMI Kelas D2 UIN KHAS Jember Eksplorasi Percobaan Sains Atraktif


Belajar Fisika Lebih Menyenangkan, Mahasiswa PGMI UIN KHAS Jember Praktikkan Lima Eksperimen Sains Sederhana




Jember (20/10/2026) — Mahasiswa kelas D2 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, melaksanakan kegiatan praktikum IPA melalui lima percobaan sains sederhana yang menarik dan edukatif. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran yang menekankan pengalaman langsung dalam memahami konsep-konsep sains, khususnya bidang fisika, melalui eksperimen yang mudah diterapkan di sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan bereksperimen sekaligus merancang pembelajaran IPA yang kreatif, kontekstual, dan menyenangkan bagi peserta didik.



Dok. foto: Siti Selviatul Munawaroh Praktikum "Penggaris ajaib"



Dok. foto: Amilianti Musrifah "Tulisan tak Terlihat"



Dok. foto: Vivi Mar'atus Sholihah Praktikum kulit keruk ajaib



Dok. foto: Dwi Hazimatul Nikmah Praktikum Air dingin yang mendidih



Dok. Foto: Ahmad Muflihul Fakih Praktikum "Bola pingpong melayang"



Dok. Foto: Hanindia Zavira Praktikum "Kecambah dalam Gelas"


Lima mahasiswa terlibat sebagai pelaksana eksperimen dengan tema yang berbeda, yaitu Siti Selviatul Munawaroh melalui percobaan “Penggaris Ajaib”, Amilianti Musrifah melalui “Tulisan Tak Terlihat”, serta Vivi Mar’atus Sholihah melalui “Kulit Jeruk Ajaib”. Dua percobaan lainnya dipraktikkan oleh Dwi Hazimatul Nikmah dengan tema “Air Dingin yang Mendidih” dan Ahmad Muflihul Fakih melalui eksperimen “Bola Pingpong Melayang” dan Eksperimen yang terakhir yaitu yang dilakukan oleh Hanindia Zavira tentang Menanam biji Kacang hijau di dalam Gelas. Kelima eksperimen tersebut dipilih untuk memperkenalkan konsep-konsep sains melalui demonstrasi sederhana yang dapat diamati secara langsung dan dikembangkan menjadi alternatif kegiatan pembelajaran IPA di kelas.


Percobaan “Penggaris Ajaib” yang dipresentasikan oleh Siti Selviatul Munawaroh bertujuan memperkenalkan konsep listrik statis melalui gesekan antara penggaris dan benda lain. Setelah digosok, penggaris dapat menarik serpihan kertas ringan sehingga mahasiswa dapat mengamati pengaruh muatan listrik terhadap benda di sekitarnya. Eksperimen ini dapat menjadi contoh pembelajaran konkret untuk membantu siswa memahami fenomena listrik statis melalui kegiatan mengamati, mencoba, dan menyimpulkan hasil percobaan.


Selanjutnya, Amilianti Musrifah memperagakan “Tulisan Tak Terlihat” untuk mengenalkan perubahan warna pada bahan tertentu akibat pemanasan, sedangkan Vivi Mar’atus Sholihah menampilkan eksperimen “Kulit Jeruk Ajaib”. Percobaan tulisan tak terlihat dapat menjelaskan perubahan kimia sederhana, misalnya ketika tulisan yang dibuat menggunakan sari lemon menjadi tampak setelah dipanaskan secara hati-hati, sementara eksperimen kulit jeruk memperkenalkan sifat minyak atsiri yang terkandung di dalam kulit jeruk. Kedua kegiatan tersebut dapat memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi demonstrasi yang melibatkan panas atau api harus dilakukan dengan pengawasan guru dan prosedur keselamatan yang ketat.


Dwi Hazimatul Nikmah menghadirkan percobaan “Air Dingin yang Mendidih” untuk menunjukkan hubungan antara tekanan udara dan titik didih air. Melalui demonstrasi dengan alat yang sesuai, mahasiswa dapat mengamati bahwa penurunan tekanan dapat menyebabkan air membentuk gelembung pada suhu yang lebih rendah daripada titik didihnya dalam kondisi normal. Eksperimen ini memberikan kesempatan bagi calon guru untuk menjelaskan konsep tekanan udara secara sederhana, sekaligus melatih kemampuan menghubungkan hasil pengamatan dengan prinsip-prinsip fisika dalam kehidupan sehari-hari.


Sementara itu, Ahmad Muflihul Fakih mempraktikkan eksperimen “Bola Pingpong Melayang” untuk mengenalkan prinsip aliran udara dan perbedaan tekanan. Bola pingpong dapat dipertahankan pada posisi melayang dalam aliran udara yang sesuai, sehingga siswa memperoleh gambaran nyata tentang hubungan antara gerak fluida dan gaya yang bekerja pada benda. Percobaan ini dapat dikembangkan menjadi pembelajaran berbasis penemuan (discovery inquiry), yaitu dengan mengajak siswa membuat dugaan, menguji percobaan, mencatat hasil pengamatan, dan menyusun kesimpulan berdasarkan bukti.


Dosen pengampu, Dr. M. Suwignyo Prayogo, menekankan bahwa praktikum sederhana merupakan salah satu strategi untuk menjadikan pembelajaran IPA lebih aktif, bermakna, dan mudah dipahami oleh siswa SD/MI. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PGMI tidak hanya mempelajari konsep fisika, tetapi juga berlatih menyampaikan materi secara komunikatif, mengembangkan kreativitas dalam pemanfaatan alat dan bahan sederhana, serta menumbuhkan keterampilan proses sains. Diharapkan, pengalaman ini menjadi bekal bagi mahasiswa untuk merancang pembelajaran IPA yang inovatif, aman, dan berorientasi pada keterlibatan aktif peserta didik ketika kelak menjalankan tugas sebagai guru madrasah ibtidaiyah.



PGMI.. PGMI, PGMI

Aktif, Kreatif, produktif

Tim Kelompok 5 Bidang Fisika

Koordinator kelas D1 PGMI

Admin PGMI


Tags: Pendidikan Berita Terkini Informasi
Bagikan: